DEKLARASI SINERGI KETAHANAN PANGAN:
SMA Khozainul Ulum Jadi Anggota SENTRA dalam Mengawal Ketahanan Pangan Nasional.
Solokuro, 29 Mei 2025 — SMA Khozainul Ulum menjadi saksi sejarah terjalinnya kerja sama strategis dalam bidang ketahanan pangan. Pada Jumat, 29 Mei 2025 pukul 13.00 WIB, telah dilaksanakan Deklarasi Sinergi Ketahanan Pangan yang melibatkan berbagai pihak, yakni Fakultas Ketahanan Pangan UNESA Surabaya, Polda Jawa Timur, dan Cabang Dinas Pendidikan Lamongan.
Acara ini diikuti oleh 14 sekolah anggota SENTRA (Sekolah Nasional Tangguh untuk Ketahanan Pangan Rakyat) yang secara resmi melakukan penandatanganan MoA (Memorandum of Agreement) sebagai bentuk komitmen untuk mengembangkan program ketahanan pangan berbasis pendidikan, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor.
Kolaborasi Multi-Pihak untuk Masa Depan Pangan
Dalam sambutannya, perwakilan dari Fakultas Ketahanan Pangan UNESA menyampaikan pentingnya pendidikan sebagai ujung tombak perubahan dalam sektor pangan. Sementara perwakilan dari Polda Jatim menekankan pentingnya stabilitas pangan dalam menjaga keamanan sosial dan ekonomi masyarakat.
"Kolaborasi seperti ini bukan hanya simbolis, tapi langkah konkret dalam menghadirkan sekolah yang produktif dan mandiri dalam bidang pangan," ujar salah satu pejabat dari Dinas Pendidikan.
SMK Mifathul Ulum Sebagai Tuan Rumah Ketahanan Pangan
Sebagai tuan rumah, SMK Mifathul Ulum menyambut hangat seluruh peserta dan tamu undangan. Kegiatan berlangsung dengan lancar, diawali dengan sambutan, penandatanganan MoA, dan ditutup dengan deklarasi bersama yang menjadi simbol tekad seluruh peserta dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dari lingkup sekolah.
✍️ 14 Sekolah Siap Bergerak
Adapun 14 sekolah anggota SENTRA yang hadir telah menandatangani MoA dan akan segera melaksanakan program-program nyata seperti budidaya padi apung, aquaponik, green house hidroponik, serta pemanfaatan teknologi digital dalam monitoring pertanian dan perikanan.
Dokumentasi kegiatan dan MoA dapat dilihat pada galeri website sekolah.
Program ketahanan pangan ini diharapkan mampu membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh, kreatif, dan peduli terhadap ketahanan pangan bangsa.